Sharing Ebooks - Source Code - Free Course - and Template
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)
... Read less6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Persamaan Linear Dua Variabel
Bentuk Umum Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV)
ax+by=c
Contoh: 2x+4y=8
Keterangan:
Variabel =x dan y.
Koefisien =2 dan 4.
Konstanta =8.
Contoh Soal:
Himpunan penyelesaian persamaan x+2y=4 adalah ….
Pembahasan:
Catatan! Pada PLDV, himpunan penyelesaian merupakan semua titik yang memenuhi persamaan tersebut.
Untuk menentukan himpunan penyelesaian, substitusikan x dengan sembarang bilangan.
x=0→x+2y0+2yy=4=4=2.
x=1→x+2y1+2yy=4=4=23.
x=2→x+2y2+2yy=4=4=1.
x=−1→x+2y−1+2yy=4=4=25.
x=−2→x+2y−2+2yy=4=4=3.
HP={(0,2), (1,23), (2,1), (−1,25), (−2,3)}.
Kelima titik tersebut termasuk ke dalam himpunan penyelesaian dan dapat ditandai pada koordinat kartesius sehingga membentuk suatu garis lurus.
Gambar di atas merupakan gambar dari garis lurus x+2y=4.
... Read less
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Definisi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Satu Variabel
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Persamaan Linear Satu Variabel
Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang memiliki tepat 1 variabel berpangkat 1. Bentuk umum dari persamaan linear satu variabel adalah:
ax+b=C
dengan a,b,C∈R
Contoh:
Carilah penyelesaian dari 4x+16=20!
Jawab:
4x+16=20
4x=20-16
4x=4
x=1
Jadi, penyelesaian persamaan linear di atas adalah x=1.
... Read less6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Persamaan Garis Lurus
Persamaan garis lurus adalah persamaan matematika yang memuat dua variabel dengan pangkat tertinggi setiap variabenya adalah satu.
Bentuk umum persamaan garis lurus: y=mx+c.
Keterangan:
x= Variabel bebas
y= Variabel terikat
m= Kemiringan garis/gradien
c= Konstanta
Contoh:
DIketahui persamaan garis y=2x+6.
Berdasarkan persamaan di atas maka:
Variabel bebas =x
Variabel terikat =y
Kemiringan garis =2
Konstanta =6.
Titik Potong
Titik potong garis dengan sumbu x dapat dicari dengan mensubstitusikan y=0 ke persamaan garisnya.
Titik potong garis dengan sumbu y dapat dicari dengan mensubstitusikan x=0 ke persamaan garisnya.
Contoh:
Diketahui persamaan garis y=2x+6.
Titik potong garis dengan sumbu x terjadi ketika y=0.
y=2x+60=2x+62x=−6x=−3→(−3,0).
Titik potong garis dengan sumbu y terjadi ketika x=0.
y=2x+6y=2(0)+6y=6→(0,6).
Kemiringan Persamaan Garis Lurus
Kemiringan/gradien garis lurus menunjukkan seberapa jauh kemiringan yang terjadi pada suatu garis dalam koordinat.
Kemiringan dengan Bentuk Persamaan Diketahui
Persamaan garis yang berbentuk y=mx+c memiliki gradien sebesar m.
Contoh 1:
2y22yy=4x+6=24x+26=2x+3→ m=2.
Contoh 2:
3x−4y+5−4y−4−4yy=0=−3x−5=−4−3x−45=43x−45→ m=43
Kemiringan dari Dua Titik yang Diketahui
Persamaan garis yang melalui titik (x1,y1) dan (x2,y2) memiliki gradien sebesar
m=x2−x1y2−y1
Contoh:
Kemiringan garis yang melalui titik (−2,3) dan (−4,−3) adalah ….
Pembahasan:
(x1,y1)=(−2,3)
(x2,y2)=(−4,−3)
m=x2−x1y2−y1m=−4−(−2)−3−3m=−2−6m=3.
Persamaan Garis yang Melalui Satu Titik
Jika diketahui gradien m dan satu titik (x1,y1) yang dilalui garis, maka persamaan garisnya adalah
y−y1=m(x−x1).
Contoh:
Persamaan garis lurus dengan gradien 21 dan melalui titik (4,1) adalah ….
Pembahasan:
(x1,y1)=(4,1)
y−y1y−1y−1y=m(x−x1)=21(x−4)=2x−2=21x−1.
Persamaan Garis yang Melalui Dua Titik
Jika diketahui dua titik (x1,y1) dan (x2,y2) yang dilalui garis, maka persamaan garisnya adalah
y2−y1y−y1=x2−x1x−x1.
Contoh:
Persamaan garis lurus yang melalui titik (1,2) dan (2,−3) adalah ….
Pembahasan:
(x1,y1)=(1,2)
(x2,y2)=(2,−3)
y2−y1y−y1−3−2y−2−5y−2y−2y=x2−x1x−x1=2−1x−1=1x−1=−5x+5=−5x+7.
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Jarak Dua Titik
Apabila terdapat dua titik pada bidang Kartesius, yaitu titik A (x1,y1) , dan B (x2,y2) seperti berikut:
maka jarak antara kedua titik dapat dihitung dengan menggunakan aplikasi dari teorema Pythagoras.
Pada gambar, terlihat bahwa jarak dari titik A dan B adalah panjang garis miring AB pada segitiga siku-siku.
AB2=AC2+DC2=(x2−x1)2+(y2−y1)2
AB= (x2−x1)2+(y2−y1)2
Sehingga jarak dua titik A (x1,y1) , dan B (x2,y2) memiliki rumus:
JarakAB= (x2−x1)2+(y2−y1)2
Contoh: Jarak antara titik (2,4) dan (−2,7) adalah...
Diketahui:
x1=2,y1=4
x2=−2,y2=7
Jarak dua titik= (−2−2)2+(7−4)2=(−4)2+(3)2=16+9=25=5
#materiUTBK2024 #PengetahuanKuantitatif #KoordinatKartesius
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Kuadran
Pada sistem koordinat Kartesius, perpotongan antara sumbu-x dan sumbu-y membagi bidang koordinat ke dalam 4 daerah yang disebut sebagai Kuadran I, Kuadran II, Kuadran III, dan Kuadran IV.
Kuadran I merupakan daerah yang dibatasi oleh sumbu-x positif dan sumbu-y positif. Semua titik yang letaknya di Kuadran I memiliki absis positif dan ordinat positif.
Contoh: (6, 5)(6,5)
Kuadran II merupakan daerah yang dibatasi oleh sumbu-x negatif dan sumbu-y positif. Semua titik yang letaknya di Kuadran II memiliki absis negatif dan ordinat positif.
Contoh: (-8, 2)(−8,2)
Kuadran III merupakan daerah yang dibatasi oleh sumbu-x negatif dan sumbu-y negatif. Semua titik yang letaknya di Kuadran III memiliki absis negatif dan ordinat negatif.
Contoh: (-3, -4)(−3,−4)
Kuadran IV merupakan daerah yang dibatasi oleh sumbu-x positif dan sumbu-y negatif. Semua titik yang letaknya di Kuadran IV memiliki absis positif dan ordinat negatif.
Contoh: (2, -7)(2,−7)
... Read less
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Koordinat Titik Pada Bidang Kartesius
Koordinat Kartesius adalah sistem koordinat yang diciptakan oleh Rene Decartes yang dipakai untuk menentukan posisi atau letak suatu titik dalam grafik dengan menggunakan dua bilangan yang disebut koordinat x dan koordinat y.
Sumbu-x dan Sumbu-y
Koordinat Kartesius juga disebut sebagai koordinat persegi karena bentuknya pada bidang dua dimensi menyerupai bangun persegi. Pada Koordinat Kartesius terdapat dua sumbu, yaitu sumbu-x dan sumbu-y.
Sumbu-x pada koordinat kartesius adalah garis bilangan yang memanjang ke kiri dan ke kanan secara horizontal.
Sedangkan sumbu-y pada koordinat kartesius adalah garis bilangan yang memanjang ke atas dan ke bawah secara vertikal. Titik perpotongan antara sumbu-x dan sumbu-y adalah titik asal dengan koordinat (0,0) yang biasa disebut sebagai titik O.
Cara Penulisan Titik
Untuk mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat ini, nilai x (absis) ditulis terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan nilai y (ordinat). Dengan demikian, letak suatu titik selalu ditulis dengan format (x , y)(x,y) dan urutannya tidak boleh terbalik.
Arah:
Ketika nilai x atau absis bertambah, maka titik akan semakin bergeser ke kanan. Sedangkan, ketika nilai-x atau absis berkurang, maka titik akan semakin bergeser ke kiri.
Ketika nilai y atau ordinat bertambah, maka titik akan semakin bergeser ke atas. Sedangkan, ketika nilai-y atau ordinat berkurang, maka titik akan semakin bergeser ke bawah.
Letak Titik di atas dan di bawah Sumbu-x dan sumbu-y.
Titik yang berada di atas sumbu-x memiliki ordinat positif, sedangkan titik yang berada di bawah sumbu-x memiliki memiliki ordinat negatif.
Titik yang berada di atas sumbu-y memiliki absis positif, sedangkan titik yang berada di bawah sumbu-y memiliki memiliki absis negatif.
... Read less6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Diagram Venn
Diagram venn adalah diagram yang menunjukkan hubungan antara beberapa himpunan yang terletak pada semesta yang sama
Gambar diagram venn untuk jenis-jenis hubungan dua himpunan atau lebih:
1. Diagram venn himpunan bagian
Jika himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan B, maka seluruh lingkaran himpunan A berada di dalam himpunan B.
Contoh:
S={x∣−5<x≤10,x∈Bilangan bulat}
S={−4,−3,−2,−1,0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}
A={3,4,6,7}
B={1,2,3,4,5,6,7,8}
Sehingga A⊂B.
Diagram venn dari contoh himpunan-himpunan ini adalah sebagai berikut:
2. Diagram venn himpunan saling lepas
Himpunan saling lepas adalah himpunan-himpunan yang tidak memiliki satu pun unsur yang sama.
Contoh:
S={x∣10<x<30,x∈Bilangan bulat}
S={11,12,13,14,15,…,29,30}
A={y∣10<y<30,y∈Bilangan ganjil}
A={11,13,15,17,…,27,29}
B={z∣10<z<30,z∈Bilangan genap}
B={12,14,16,18,…,26,28}
Maka A∩B=∅ karena tidak ada anggota yang sama.
Diagram venn dari himpunan-himpunan ini digambarkan sebagai berikut:
3. Diagram venn himpunan tidak saling lepas
Himpunan yang tidak saling lepas adalah himpunan-himpunan yang memiliki unsur yang sama.
S={x∣−4≤x≤13,x∈Bilangan bulat}
S={−4,−3,−2,...,12,13}
A={1,3,5,7,8,9,11,13}
B={−4,−2,−1,0,1,2,4,7,8,13}
Maka A∩B={1,7,8,13}.
Diagram venn dari himpunan-himpunan ini digambarkan sebagai berikut:
4. Diagram venn himpunan sama
S={huruf vokal}
A={huruf vokal pada kata MATEMATIKA}
A={A,E,I}
B={huruf vokal pada kata PETANI}
B={A,E,I}
Maka A=B karena seluruh anggotanya sama.
Diagram venn dari himpunan-himpunan ini dapat digambarkan sebagai berikut:
... Read less6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Himpunan Semesta
Apa itu himpunan semesta?
Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat seluruh anggota yang sedang dibicarakan pada soal.
Contohnya, terdapat beberapa himpunan sebagai berikut:
A={1,2,3,4,…,17,18,19}
B={−11,−12,13,14,15}
C={1,3,5,7,8,9,11,13}
D={−102,−99,−77,−33}
Keempat himpunan beranggotakan bilangan bulat positif dan juga negatif, sehingga beberapa himpunan semesta yang sesuai adalah:
S={Bilangan bulat}
S={x∣−109≤x≤19,x∈Bilangan bulat}
S={x∣−200<x<200,x∈Bilangan bulat}
Perhatikan bahwa masing-masing himpunan S ini memuat himpunan A, B, C, dan D sehingga memenuhi syarat untuk menjadi himpunan semesta.
... Read less6 months ago by pak_dosen@pak_dosen
Himpunan Bagian
Apa itu himpunan bagian?
Himpunan A adalah himpunan bagian dari himpunan B jika setiap anggota A termuat di B. Dinotasikan dengan A⊂B.
Sebaliknya, himpunan A bukan merupakan himpunan bagian dari himpunan B jika terdapat anggota A yang tidak termuat di B. Dinotasikan dengan A⊂B.
Contoh:
A={3,4,6,7} dan B={1,2,3,4,5,6,7,8}. Setiap anggota A termuat di B, sehingga A⊂B.
Akan tetapi, B⊂A karena ada anggota himpunan B yang tidak termuat di himpunan A, yaitu 1,2,5,8.
... Read less6 months ago by pak_dosen@pak_dosen